Facebook ketat dengan Branded Content dan Postingan Berbau Promosi,apa solusi-nya?

Facebook ketat dengan Branded Content dan Postingan Berbau Promosi,apa solusi-nya?

Anda menjual barang Branded alias bermerk? Anda jualan di Facebook? Original atau tidak?

Ada berita yang agak gak enak buat anda yang menjual barang branded,original dan tidak,khususnya yang jualan di Facebook.

Kenapa emangnya? Saya Jualan biasa saja, promosi terus seperti biasa

Mungkin anda gak bakal terlihat kena hawa gak enaknya kalo anda tidak membuat iklan dengan Facebook ads,namun sebetulnya anda pun sudah kena imbasnya,mungkin anda tidak sadari itu.

 

Ini dia berita tentang kebijakan baru Facebook mengenai Branded Content (content bermerk)

 

Facebook:

Updates to our Branded Content Policy

Dan ini dia berita tentang kebijakan baru Facebook mengenai promotional post

Facebook:

https://www.facebook.com/business/news/update-to-facebook-news-feed

 

Tidak perlu repot membaca dan menerjemahkan (yang mau silahkan,link nya di atas) tapi ini dia garis besarnya:

Facebook sekarang ketat dengan iklan iklan Facebook ads yang mempromosi kan barang bermerk alias branded, baik itu original atau tidak.

Iklan Branded content Original saja di awasi apalagi yang rep. alias kawe. jelas bakal ditendang mentah mentah

Tidak cukup itu saja,kini Facebook membatasi postingan postingan yang berbau promosi untuk beredar di newsfeed para pengguna nya.

Bila anda sering mem-posting konten promosi seperti ini

juragan jam post

Bila anda sering memposting konten promosi seperti ini,maka bakal dipastikan bahwa sekarang “jatahnya” beredar di timeline pengguna facebook lainnya akan berkurang.

Ya berkurang, artinya akan lebih sedikit orang yang melihat daripada biasa nya.

Terus Solusinya apa dong? apa lebih baik tidak promosi lagi menggunakan Facebook.

Jangan,masih banyak jalan menuju Roma

Facebook masih menjadi lahan yang manis bagi anda untuk mempromosikan bisnis anda,hanya saja jalan nya harus diubah sedikit sekarang

Awal Mula :

Sekitar lebih dari seminggu kami tidak mendapat klien iklan yang menjual barang-barang bermerk (branded).

Baca Juga  Pakai Instagram influencer untuk meningkatkan brand awareness bisnis anda

Dalam tempo seminggu itu ternyata Facebook telah mengubah kebijakannya. Ketika salah seorang klien datang dan ingin mempromosikan barang bermerk, yaitu sepatu bermerk. Kita kerepotan.

Pengajuan iklan ditolak hingga tiga kali oleh Facebook,padahal saya rasa telah memenuhi apa yang dijadikan persyaratan oleh mereka.

Tapi memang se-pengalaman saya kalau berhadapan dengan Facebook, sekali dua kali kamu salah,seterusnya salah,gak bakal bisa benar hehehe

 

 

heru sport tangerang

Ini adalah fanpage klien isi nya tentang produk dagangan mereka semua,sepatu bermerk di mana mana.

Di profile picture, di cover, di postingan,di product

Saya buat iklan untuk fanpage ini ditolak terus hingga 3 kali,materi dan destination saya revisi terus,tetap tidak dapat persetujuan dari mbah Facebook.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat fanpage yang baru khusus untuk membuat iklan klien kita yang satu ini. Karena saya sendiri terus terang penasaran dan prihatin juga dengan nasib para klien saya lainnya yang juga menjual barang bermerk.

nouval shoes

Inilah fanpage yang baru. tidak ada gambar yang menonjolkan brand di profile picture,di cover dan di timeline.

postingan produk dikumpulin di shop.

hasilnya cukup memuaskan iklan langsung disetujui dan tayang dengan hasil yang bagus.

Dengan teknik optimasi seperti berikut, berarti target audience nya dapat,bisa di iklan kan,pengunjung dapat menjumpai foto produk dengan mudah karena tampilan shop adalah hal pertama yang dijumpai ketika berada di halaman fanpage.

Hi!

Apa anda juga kesusahan menjual produk bermerk anda di Facebook?

Penjualan menurun dan mau mendongkrak penjualan lagi?

Hubungi kami dengan menyertakan link URL dari halaman ini,thanks

Untitled-1Aga, Blog Contributor. internet marketing enthusiast,founder/marketing/analyst/technician at Langit23

Kalo suka,share artikel ini ke teman-teman Ya,Terima Kasih: