Influencer bayar dengan exposure? Apa-kah menguntungkan? Kupas Tuntas

Influencer bayar dengan exposure? Apa-kah menguntungkan? Kupas Tuntas

Akhir akhir ini sedang heboh ada berita di LINE today bahwa ada selebgram alias Influencer Instagram ternama yang ingin membayar dengan exposure. Disini saya mau ikut memberikan insight saya mengenai hal ini (insight/pandangan/opini/komen/dsb).

Apakah menguntungkan bila kita sebagai pemilik bisnis misal nya, menerima pembayaran dengan exposure? Hal – hal apa saja yang perlu kita pertimbangkan bila ingin menerima pembayaran dengan exposure?

Definisi Exposure

Pertama –  tama kita bahas terlebih dahulu apa itu exposure? Apa semacam mata uang baru? well, bukan mata uang ya, exposure adalah ketika kita dibayar oleh popularitas (gitu kali ya). Kalo search di Google sih arti exposure bisa bermacam macam. ayo coba di search kalo rajin.

Kita memberikan service kita atau produk kita, tapi bukan nya dibayar uang tapi kita diberikan popularitas. Maksudnya?

Selebgram alias Influencer Instagram tersebut akan membayar produk/service kita dengan, jasa posting di sosmed, nama brand/service/produk kita akan di umumkan di sosmed dari selebgram tersebut. (dalam hal ini sosmed nya adalah Instagram)

Cuma di bayar posting di sosmed?

Yah kalo post di sosmed nya selebgram alias influencer pasti nanti-nya banyak yang komen dan like. Nah ke-popularitas-an ini lah yang diharapkan oleh Selebgram tersebut bisa membayar produk/service yang mereka pakai.

inilah yang dinamakan exposure

Worth it gak?

Kalo ditanyain worth it or not, saya bakal balik nanya dengan beberapa pertanyaan berikut:

  1. Siapa Selebgram nya? berapa engaged follower nya? berapa besar tingkat interaksi nya? siapa saja audience nya? bagaimana demographic nya?
  2. Exposure nya yang ditawarkan seperti bagaimana? (contoh: post di feed kah? atau story? atau live? jam berapa?)

Ketika kita sudah mendapatkan data akurat dari kedua hal tersebut, barulah kita bisa mempertimbangkan apakah worth it or not.

Baca terus akan saya elaborasikan lebih lanjut kenapa saya menanyakan hal – hal tersebut.

Selebgram dan Audience nya

Lu mau di bayar exposure tapi gak jelas selebgram nya?  Kayak beli emas dalam karung yang diiket dan gak boleh dilihat isi nya, tapi lu disuruh bayar seharga emas yang mahal! Males kan!

Pertama tama harus jelas siapa selebgram nya dulu kemudian coba di prediksi berapa engaged follower dan tingkat interaksi nya.

Maksud saya engaged follower adalah follower yang suka berinteraksi dengan selebgram tersebut, seperti komen, like, saved post, dll. well memang kita gak bakalan tau secara jelas tanpa melihat jeroan dari akun selebgram tersebut (insight data). Tapi paling gak kita bisa predikisi saja lah.

Bukan follower tapi suka berinteraksi , dihitung sebagai engaged follower yah.

Jangan lupa diperhitungkan juga demographic nya. usia nya berapa? sekolah/kerja? kesukaan-nya apa? Kalo sudah terkumpul beberapa demographic nya, saat nya menentukan apakah orang orang ini bisa jadi customer anda?

Exposure yang ditawarkan seperti bagaimana?

Nah setelah kita mempredikisi jumlah engaged follower, tingkat interaksi dan kriteria demographic nya. Kini saat nya kita mempertimbangkan manfaatnya untuk kita selaku pemilik bisnis/brand dengan besaran exposure yang ditawarkan.

Maksudnya?

Aktivitas di Instagram kan macem macem tuh, ada Home post, Story, Live video, IG TV. Nah yang bakalan lu dapet seperti bagaimana?

Masing – masing aktivitas ini mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri sendiri, dan juga mempunyai rating sendiri. maksudnya mana yang lebih disukai oleh pihak Instagram dan mana yang kurang disukai, mana yang bakalan dibagikan lebih banyak oleh Instagram dan mana yang kurang.

Tidak ada data pasti yang menyebutkan mana yang lebih disukai oleh Instagram dan mana yang kurang, yah karna hal seperti itu kan algoritma Instagram dan bersifat rahasia, yang jelas berdasar pengalaman dan sudah banyak yang menyebut hal yang sama bahwa story dan live video memegang rating yang lebih tinggi daripada Home post.

Kesimpulan nya kalo dari saya, sah sah saja Influencer membayar dengan exposure, asalkan si pemilik bisnis juga setuju jadi sama sama suka, simbiosis mutualisme. Dan nyata nya membayar dengan exposure adalah praktek yang nyata di kalangan Social media Influencer. Nah, menurut kalian kalo sebagai pemilik bisnis bagaimana? Kira – kira mau gak kalo produk/service kalian dibayar dengan exposure? komen ya

 Aga, The idea behind Langit23 Digital Marketing Agency. eager at social media analytic and its application to bussiness and brands,advertisement addict,and Internet marketer,plus digital design enthusiast

Kalo suka,share artikel ini ke teman-teman Ya,Terima Kasih: